
What is Apostolic Women Arising?
(Apa itu Apostolic Women Arising? )
Apostolic Women Arising (AWA) atau Bangkitnya Perempuan Apostolik (BPA) tidak sama dengan gerakan women’s liberation. Kebangkitan perempuan apostolik adalah kerinduan Tuhan agar setiap anak-Nya hidup selaras (in alignment) dengan rencana mandat ilahi Tuhan.
Pada malam pergantian tahun 2004 ke tahun 2005, sementara menunggu pesan Tuhan, saat itulah pertama kali Tuhan taruh lagu di dalam hati saya dan tim musik kami. Pada tahun yang sama di tempat yang berbeda Tuhan membangunkan Jane Hansen (pendiri Women Aglow), Rasul Naomi Dowdy dan Nabi Barbara Wentroble. Mereka tidak dapat tidur. Mereka saling menelepon dan membagikan bahwa Tuhan mau mereka membangkitkan perempuan. Hal yang terjadi secara bersama tersebut adalah kegerakan Roh Kudus. Mereka adalah para pemimpin internasional dengan pelayanan yang berbeda. Akhirnya kami berlima (Jane Hansen, Naomi Dowdy, Barbara Wentroble, Indri Gautama dan Barbara Yoder) bertemu di Michigan. Tuhan membangunkan kami untuk membangkitkan perempuan dari tidur. Kita harus kembali pada fokus mengapa kita dipanggil Tuhan dan hidup berintegritas.
Kata apostolik berasal dari kata apostolos yang artinya diutus. Apostolik merupakan suatu kegerakan, bukan event atau program. Ini adalah kegerakan Roh Kudus di akhir jaman untuk mentransformasi (Kejadian 1:26-28). Dan hal ini dapat dimulai dengan adanya pemulihan di gereja lokal terlebih dulu.
Gereja membutuhkan lima jawatan pelayanan yaitu rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru untuk menghasilkan suatu sinergi yang akan mendewasakan Tubuh Kristus sesuai Efesus 4:11-16. Kelimanya saling melengkapi. Setan tidak suka tubuh Kristus yang dewasa, dia pisahkan laki-laki dari perempuan. Perempuan dikucilkan dari peranan dan fungsinya dalam kelima jawatan. Melalui masa kegelapan gereja, jawatan rasul dan nabi mati, sehingga kebanyakan gereja hanya mengenal jawatan gembala. Jawatan rasul dan nabi di gereja harus dipulihkan lebih dahulu. Rasul dan nabi akan diakui kembali.
“Bangkitnya Perempuan Apostolik” bertujuan untuk mengembalikan laki-laki dan perempuan ke mandat Tuhan sesuai Kejadian 1:26-28. Perempuan dan laki-laki harus berjalan berdampingan, bangkit bersama untuk menaklukkan bumi. Ini terjadi melalui pementoran relasional di gereja untuk membangkitkan pemimpin masa depan. Mutiara-mutiara itu ada di gereja lokal kita sendiri. “Bangkitnya Perempuan Apostolik” memfokuskan pada pementoran – bukan sekedar khotbah – untuk membangun perempuan berkarakter Kristus yang bisa seimbang berjalan bersama laki-laki tanpa terintimidasi dan mengintimidasi. Kebanyakan kita tidak tahu bagaimana membangkitkan mereka, karena kita sendiri tidak dibangun oleh siapapun. Tapi kita bisa belajar dari Daud yang melayani generasinya (Kisah Para Rasul 13:36), untuk mempersiapkan generasi Tuhan yang akan datang.
Ini saatnya perempuan bangkit dan tidak lagi dikendalikan oleh budaya yang mengatakan perempuan adalah warganegara kelas dua. Kita tidak bisa membawa transformasi bagi dunia kalau kita tidak membawa budaya Kerajaan Sorga ke dalam dunia dan gereja Tuhan Yesus. Budaya Kerajaan Sorga harus ditegakkan kembali melalui gereja untuk membawa transformasi bagi dunia.





