Hubungan Seks Pertama Kali

Hubungan Seks Pertama Kali

“Janganlah kamu mengikuti nafsu, jika nggak siap menanggung resikonya”

Sepotong kalimat di atas itu benar lho, jangan sekali-kali melakukan apapun hanya karena nafsu semata. Apalagi jika nafsu tersebut berkaitan dengan hasrat seksual. Sudah pasti akan sangat sulit mencegahnya. Apalagi buat anak-anak muda di bawah usia 21 tahun, beberapa kasus pemerkosaan, bahkan hamil di luar nikah selalu ada setiap bulannya menghiasi media massa baik cetak maupun elektronik. Hal tersebut menandakan bahwa banyak anak-anak sekolah atau di bawah umur yang mencoba melakukan hubungan seksual.

Tapi pasti kalian nggak pernah tahu kan bagaimana cerita para pelaku hubungan seksual di luar nikah? Jangan kira seenak di Video porno lho, karena ternyata mereka menyimpan cerita yang membuat mereka khawatir bukan kepalang.  Ini cerita beberapa orang tentang hubungan seks pertama kali yang dilakukan dengan status belum menikah:

Yang pertama ada Wahyu, pria 24 tahun yang berani melakukan hubungan seks di rumah pacarnya. Berawal dari mengantar pulang pacarnya, malam yang saat itu sudah cukup larut nggak memungkinkan Wahyu untuk kembali pulang, apalagi jarak tempuh Cibinong Bekasi itu nggak dekat.  Dari situlah, Wahyu diperbolehkan menginap oleh orang tua pacarnya. “Waktu itu udah jam 12 malem, terus orang tua cewe gue nggak tega kali ya? akhirnya gue malah disuruh nginep,” jelas Wahyu.

Wahyu diperbolehkan tidur di sofa ruang tamu, namun hal tersebut seolah menjadi kesempatan baginya untuk masuk ke kamar pacarnya. Hal tersebut nggak disia-siakan, wahyu yang waktu itu baru berumur 17 tahun, nggak pikir panjang untuk melakukan hubungan seks dengan pacarnya yang juga mau saat itu. “Nggak tahu kenapa, waktu itu suasana mendukung banget, orang tua cewe gue tidur, dan gue bisa masuk ke kamarnya dengan leluasa,” akunya.

Ketakutan Terus Menerus

Namun selesai melakukannya, pacar Wahyu justru merasa sangat takut kalau-kalau dirinya hamil. Sampai beberapa minggu setelah melakukannya, ia masih saja takut dan terus mengikuti Wahyu karena takut nggak bertanggung jawab. “Sampai hampir satu bulan itu gue diteror sama cewe gue, diikutin kemanapun gue pergi, kaya gue bakal kabur gitu,” ungkapnya.

Wahyu pun bukan tanpa rasa takut lho karena ia juga terus terbayang jika harus bertanggung jawab kalau momen saat itu membuat pacarnya hamil. “Sebenernya dengan cewe gue bersikap kaya gitu, gue jadi nggak bisa santai dan kepikiran kalau beneran bisa hamil, tapi ya gue coba santai aja,” tambahnya.

Walaupun akhirnya nggak terbukti hamil, mereka berdua masih belum bisa melupakan kejadian waktu itu. Sampai akhirnya, ketika ditanyakan saat ini, Wahyu hanya tertawa karena pengalaman pertamanya itu. “Kalau diinget-inget lagi, gue pasti ketawa karena perasaan khawatir waktu itu,” jawabnya tertawa.

Yang mengalami kejadian panik bukan kepalang saat melakukan hubungan seks bersama pacar ternyata nggak cuma Wahyu, karena Revi pun pernah mengalaminya. Pria yang saat itu berusia 18 tahun merasa sangat horny setelah menonton video porno. Saat itu kebetulan ada pacarnya yang mau datang ke kontrakannya.

Tanpa pikir panjang, Revi mengajak pacarnya untuk melakukan hubungan seks, tapi Revi nggak berhasil untuk mengajaknya sampai benar-benar making love. Hasilnya, Cuma bisa pegang-pegang dada dan bagian lain aja. “Daripada gue diputisin karena maksa ML, yaudah akhirnya gue ikutin apa yang dia bolehin” akunya.

Parno Banget

Namun, lucunya, setelah hari itu, pacar Revi seperti wanita yang sudah positif hamil. Selalu bilang ke Revi untuk nggak meninggalkannya, sampai-sampai handphone Revi disita oleh pacarnya. “Parah, kayaknya emang cewe gue itu parno sama film-film bokep dan yang lebih parah lagi, dia parno sama tumblr karna banyak sekali video melayu sex disana, masa cuma pegang-pegang doang bisa hamil? Dia ketakutan sampe begitu,” ungkapnya.

Setelah beberapa bulan dijelaskan Revi, pacarnya mulai sadar bahwa ia nggak akan hamil. Lebih lucu lagi, setelah itu pacar Revi lah yang meminta berhubungan tapi tetap nggak sampai ML. “Gue mau ketawa pas dia bilang mau ngelakuin lagi, tapi tetep ada yang ditandain sama dia kalau gue nggak boleh sampai ke area bawah,” tambahnya.

Dua cerita di atas memberikan pesan untuk kita, bahwa seks itu akan indah pada waktunya. Jangan sampai kamu melakukannya namun nggak siap dengan konsekuensi yang akan didapat. Semoga bisa jadi pelajaran ya buat kamu semua!

8 Alasan Konyol Pria Untuk Putus

8 Alasan Konyol Pria Untuk Putus

DIPUTUSKAN secara sepihak memang menyakitkan—apalagi dengan kata-kata yang tidak pantas atau alasan yang sangat konyol. Bersyukur saja, pada akhirnya kita tidak perlu menghabiskan hidup dan waktu kita dengan orang yang tidak sungguh-sungguh menghargai kita. Coba ingat-ingat, apa dia mengucapkan salah satu dari kalimat ini?

1. “Kamu pantas dengan orang yang lebih baik.”
Ini kalimat klasik yang sering digunakan oleh kaum pria. Mereka ingin putus, namun juga ingin terlihat “rendah hati”. Tentu saja, selalu ada orang yang lebih baik di luar sana—tapi menjadi “baik” juga sesuatu yang bisa diusahakan bersama bukan? Lupakan pria ini, dia benar; kita memang selayaknya mendapat pria yang lebih baik.

2. “Sebaiknya kita berteman saja.”
kalimat ini jelas-jelas diucapkan oleh pria yang menginginkan keuntungan dari kita (perhatian, materi, seks)—akan tetapi tidak ingin terikat dengan komitmen apapun dengan kita. Pfft!

3. “Saya belum siap berkomitmen.”
Lucunya, kalimat ini diucapkan setelah dia menjalin hubungan beberapa saat dengan kita bahkan adakalanya sudah terlanjur berhubungan intim pertama kali . Tentu saja ini konyol, karena hubungan bukan seperti membeli barang bergaransi dengan kartu kredit yang bisa kita kembalikan ketika kita menyesal untuk memilikinya.

4. “Ini bukan salah kamu, tapi aku…”
Ya, anggap saja memang salahnya. Kalimat ini adalah “jalan pintas” yang sering ditempuh pria untuk putus namun ingin menghindar dari “tanggungjawab” untuk menjelaskan mengapa kepada kita. Pria seperti ini biasanya masih memiliki pola pikir yang tidak dewasa

5. “Kalau saja kita bertemu lebih awal.”
Pria seperti ini sepertinya memiliki isu di masalah lalu yang belum selesai. Unfinished business. Apaah dia tidak bisa move on dari mantan yang terdahulu? Apakah dia sedang mengejar seseorang yang tidak kunjung didapatnya—sesaat sebelum kita masuk dalam hidupnya?

6. “Kamu tuh orangnya baik banget.”
So what? Heran kenapa pria menggunakan kalimat ini? Karena mereka ingin memasukkan kita ke dalam “friend-zone” atau mereka berpikir putus akan lebih mudah dilakukan dengan mengucapkan pujian setinggi langit seperti ini.

7. “Aku butuh waktu untuk berpikir.”
Kalimat ini merupakan kombinasi dari, “aku belum siap berkomitmen” dan “aku pikir sebaiknya kita berteman saja.” Percayalah, pria ini sebenarnya tidak butuh waktu untuk berpikir—dia sudah menetapkan keputusannya.

8. “Aku nggak tahan terus-terusan merasa bersalah.”
Setelah episode pembatalan kencan berkali-kali, sejuta alasan bahwa dia terlalu capek untuk menemani kita pergi ke sana-sini atau melupakan hari-hari penting dalam hubungan, dia mengucapkan kalimat ini yang setara dengan intro menjelang putus. Tidak tahan merasa bersalah? Mengapa tidak berusaha memperbaiki diri, menepati janji, tidak mengulang kesalahan dan lain sebagainya? Kita tidak membutuhkan permintaan maaf berulangkali—yang kita butuhkan sikap nyata, bukan?