Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak

Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak

Aktivitas berlebihan membuat banyak orang kekurangan jam tidurnya. Begadang yang berlebihan juga identik dengan gaya hidup mahasiswa. Saya juga teringat sewaktu saya harus mengerjakan tugas akhir sehingga kurang tidur berhari-hari. Umumnya kita berpikir kurang tidur tidak berbahaya, dan bisa dibayar dengan tidur lebih panjang di hari berikutnya.

Susan Redline, seorang profesor kedokteran di Boston, menemukan hubungan antara kurang tidur dan gangguan neuropsikiatrik seperti kecemasan dan depresi. Bahkan seiring waktu, memaksakan tubuh untuk tetap terjaga ternyata mempengaruhi tekanan darah dan tingkat peradangan, sehingga tubuh rentan terhadap penyakit jantung dan kanker.

Gangguan-gangguan di atas adalah masalah yang timbul jangka panjang, bagaimana dengan masalah yang langsung terjadi ?

Penelitian terbaru dari Harvard dan Berkeley baru saja mengungkapkan bahwa kurangnya tidur dapat menyebabkan euforia jangka pendek. Orang yang begadang mendapatkan rangsangan berlebih pada jalur mesolimbic, yaitu saraf yang mengatur kesenangan dan penghargaan, yang didorong oleh zat Dopamin.

Orang yang begadang menghasilkan kadar zat Dopamin tinggi dalam tubuh, yang membuat orang tsb menikmati dorongan motivasi, positif, dan juga seksual. Meskipun terdengar baik tapi ternyata sangat buruk akibatnya. Dopamin mendorong perilaku kecanduan dan impulsif karena daerah otak yang berperan untuk merencanakan dan mengevaluasi keputusan akan berhenti hanya dengan satu malam begadang. Ini berarti Anda akan cenderung optimis dan senang mengambil resiko.

Rangsangan berlebih terhadap jalur mesolimbic yang sering berulang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Ketika saraf otak dipaksa untuk bekerjan dalam keadaan yang berbeda secara teratur, maka saraf otak dapat mengubah dirinya secara permanen.

Anak sekolah maupun mahasiswa sering sekali begadang untuk menghadapi ujian akhir, dan ini tidak dianjurkan oleh dokter. Selain banyak resiko buruk yang dapat terjadi, ternyata begadang melemahkan memori episodik yang berperan erat untuk mengingat sesuatu, sehingga otak menjadi lemah untuk mengingat ketika diperlukan. Dan konsolidasi ingatan justru terjadi selama tidur nyenyak.

Kesimpulannya adalah hindari begadang atau kurang tidur, karena justru akan mengurangi produktivitas Anda.