Indri Gautama adalah seorang hamba Tuhan yang dikenal radikal dalam pertobatan dan dalam melakukan firman. Tidak ada kompromi baginya.
Sebelum bertemu Tuhan secara supranatural pada Desember 1984, ia adalah seorang pengusaha yang berhasil. Pertemuannya dengan Tuhan, tidak langsung membuatnya mengikuti Tuhan. Tetapi ketika dia mengambil keputusan untuk meresponi panggilan Tuhan, ia lakukan dengan sepenuh hati. Selama sekitar 15 tahun, dengan gairah yang tidak pernah padam, Indri Gautama telah memberkati banyak orang melalui kesaksian hidup dan pengajaran firman di berbagai pelosok Indonesia dan manca negara. Pelayanannya tidak saja memberkati jemaat, tetapi telah membawa banyak perubahan pada pelayanan hamba-hamba Tuhan lainnya.
Keradikalannya menyampaikan kebenaran firman tidak pernah surut sekalipun dengan resiko tidak diterima dan disalah-mengerti orang.
Tahun 2000, Indri Gautama mendirikan Yayasan Maria Magdalena. Pertemuan ilahi dengan Rasul Naomi Dowdy membawanya mendirikan Gereja Generasi Apostolik pada tahun 2003 di Jakarta dan menjadi Gembala Senior di situ. Ia percaya bahwa setiap orang percaya adalah pemimpin yang siap diutus untuk membawa dampak bagi lingkungannya. Melalui gereja yang dipimpinnya, ia mendapat mandat Tuhan untuk menegakkan kerajaan Allah di dunia marketplace melalui setiap orang percaya dengan melakukan Amanat agung.
Melalui Global Leadership Network, ia membawa perubahan paradigma bagi pemimpin-pemimpin gereja untuk melihat jemaat sebagai umat Tuhan yang berpotensi; menjadi murid Kristus di marketplace dengan menerapkan prinsip gereja mula-mula. Dengan demikian, ia membangun jemaat sesuai prinsip kerajaan Allah.
Dengan hati yang begitu mencintai Tuhan dan mencintai jiwa-jiwa, ia memeluk erat visi untuk menjadikan bangsa-bangsa murid Kristus sesuai Amanat Agung (Matius 28:18-20).
Buah pelayanan dan kehidupannya telah membuatnya diakui dan dikomisikan dalam jawatan rasul pada tahun 2007 oleh Rasul Naomi Dowdy. Kerinduan hatinya adalah melihat kemuliaan Allah memenuhi Indonesia dan seluruh bumi.





